PSDA part-1

Bila dikaji dari terminology Pengembangan Sumber Daya Air, maka setidaknya ada tiga hal yang perllu diperhatikan, yaitu:

  • Sumber air
  • Pendayagunaan sumber air
  • Peningkatan atau pengembangan dari system sumber air yang berdaya guna

Pengembangan sumber daya air juga meliputi pengembangan sumber air yang kurang berdaya guna, hingga sumber air tersebut dapat lebih dipergunakan oleh manusia ataupun oleh makhluk lain. Sebagai contoh air hujan, hujan yang turun tersebut dapat langsung dipergunakan untuk menyiram tanah yang kering atau gersang, dapat juga digunakan untuk mengairi sawah.

Tetapi air hujan yang dapat digunakan langsung hanya sedikit saja jumlahnya dan sebagian besar tidak dipergunakan, hanya lewat begitu saja. Untuk itu diperlukan modifikasi agar air hujan dapat dipergunakan pada waktu dan tempat yang berbeda dengan turunnya hujan. Modifikasi yang paling sederhana relative sering dilakukan oleh masyarakat pada umumnya, yaitu dengan cara menampung air hujan yang turun di atas atap dalam drum atau bak-bak air yang telah disediakan. Dengan cara seperti ini air hujan dapar dipergunakan pada waktu setelah hujan turun misalnya untuk keperluan wudhu atau mandi. Contoh yang lain yang merupakan kejadian alami adalah hujan yang turun di hutan akan diserap oleh humus dan akan mengalir dengan tenang. Pada saat musim kering air ini akan keluar menjadi mata air dan dapat dimanfaatkan untuk keperluan manusia.

Modifikasi sumber daya alam, terutama sumber air, dilakukan manusia memenuhi keinginannya. Pada kondisi “aslinya” (natural/fitrahnya), manusia dapat hidup dengan binatang dan tumbuhan secara harmonis. Pada zaman dahulu hutan masih lebat dan manusia pun masih berumah di pohon. Binatang hidup dengan nyaman sehingga alam terjaga dengan seimbang. Dengan bertambahnya jumlah manusia disertai dengan bertambahnya akal dan keinginan manusia, maka mulai terjadi eksploitasi sumber daya alam, termasuk air, yang digunakan tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan saja, tetapi untuk memenuhi keinginannya sehingga terjadi kerusakan alam.

Pada awalnya manusia hanya perlu menimbun makanannya (sumber daya alam) sesuai dengan kebutuhannya saja (misalnya untuk satu musim, seperti binatang). Tetapi dengan berkembangnya “akal” manusia, ia dapat merasa perlu menimbun sebanyak mungkin, bahkan untuk tujuh keturunan sekalipun.

Oleh karenanya demi harkat manusi itu sendiri, sebagian manusia (para moralis, misalnya kelompok Green Peace berusaha menciptakan “Green Technology” dan para ahli teknik sumber daya air mengkampanyekan program konservasi sumber daya air. Sedangkan para agamawan mengusahakan agar manusia dapat lagi hidup seimbang dan serasi dengan alam dan sesuai dengan kemauan Tuhannya.

Dalam diskusi mengenai Pengembangan Sumber Daya Air (PSDA) ini mengikuri sitematika berikut, pertama dibahas mengenai persepsi dan definisi yang dipakai oleh para ahli tentang PSDA . Kedua diuraikan tahapan-tahapan yang dilakukan dalam PSDA. Ketiga pemanfaatan metode analisa sistem dalam sumber daya air. Keempat mengulang sedikit tentang siklus hidrologi. Kelima adalah tata cara perhitungan ketersediaan air. Keenam diuraikan pemanfaatan sumber daya air. Disini dituliskan juga satu alternatif cara untuk menghambat tingkat konsumsi manusia terhadap air. Sedangkan pada bagian akhir diberikan contoh perhitungan dalam bidang sumber daya air.

Definisi

Dalam masalah PSDA terdapat persepsi yang berbeda, tergantung dari sudut pandang masyarakat. Sebagai contoh untuk masyarakat yang tinggal di daerah kering, pengembangan sumber daya air berarti penanggulangan kekeringan, irigasi, kesempatan kerja, makanan dan banjir bandang. Sedangkan masyarakat yang ringgal di daerah cukup air, pengembangan sumber daya air berarti pekerjaan pengairan, navigasi dan pengendalian banjir. Tetapi untuk para ahli lingkungan pengembangan sumber daya air berarti penurunan kualitas lingkungan, pencemaran dan perusakan lahan.

Untuk menyamakan persepsi mengenai pengembangan sumber daya air, maka diperkenalkan beberapa definisi, yaitu, sebagai berikut :

  • Pengembangan sumber daya air
    Pengembangan sumber daya air (water resources development) dapat didefinisikan sebagai aktivitas fisik untuk meningkatkan pemanfaatan air untuk air bersih, irigasi, penanggulangan banjir, listrik tenaga air, perhubungan, pariwisata, perikanan dan sebagainya.
  • Perencanaan sumber daya air
    Perencanaan sumver daya air (water resources planning) adalah perencanaan pengembangan dan alokasi dari sumber daya air yang bersifat “langka” secara sektoral dan antar sektor, menyeimbangkan kebutuhan air dengan ketersediaan air, dengan memperhatikan tujuan nasional, kendala dan kehendak pihak yang berkepentingan.
  • Pengelolaan sumber daya air
    Pengelolaan sumber daya air (water resources management) adalah kumpulan aktivitas teknis, mengembangkan, mengoperasiskan dan mengatur sumberdaya air.

 

~ by aji on March 9, 2008.

Leave a Reply